Benarkah Orang Jepang Enggan Menikah? Ini Faktanya!

Kita mengenal orang Jepang dengan ciri khas kedisiplinan tinggi dan etos kerja yang baik. Kecanggihan teknologi dan produk berkualitas, juga merupakan keunggulan yang mengantar negara sakura ini menjadi pemain utama dalam persaingan global. Namun, ternyata kondisi demografi di Jepang tidak terlalu menguntungkan. Penduduk usia produktif di sana, jauh lebih sedikit dibanding penduduk usia tua. Kondisi ini berkebalikan dengan demografi di Indonesia.

Pasalnya, memiliki keturunan dan menjalin pernikahan, kini menjadi dua hal yang enggan dilakukan oleh orang-orang Jepang. Fakta membuktikan, menjadi jomblo sampai usia 50, merupakan hal yang lumrah di sana. Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh National Institute of Population and Social Security Research (2015), laki-laki yang belum pernah menikah hingga usia 50 tahun sebesar 23,37%, sedangkan yang wanita sebanyak 14.06%. Itu artinya, 1 dari 5 lelaki, dan 1 dari 7 perempuan di Jepang memilih jomblo sampai tua. Dan, jumlah tersebut semakin meningkat dari tahun ke tahun.

kenapa wanita jepang tidak mau menikah, mengapa wanita jepang tidak mau menikah dengan duda, prinsip wanita jepang setelah menikah, tradisi wanita jepang setelah menikah, wanita jepang enggan menikah, wanita jepang menikah dengan orang indonesia, wanita jepang menikah dengan pria indonesia, wanita jepang menikahi pria indonesia, wanita jepang tidak ingin menikah, wanita jepang tidak mau menikah, wanita jepang tidak menikah

Preferensi pernikahan di Jepang saat ini berbeda sekali jika dibandingkan tahun 1970. Jumlah laki-laki yang belum pernah menikah di usia 50 sebesar 1,70% dan perempuan sebesar 3,33%. Tentu saja, ini berkaitan dengan tingkat kehidupan ekonomi bangsa dan kultur masyarakat. Dengan jumlah jomblo yang cukup besar saat ini, tekanan sosial yang tanya kapan nikah, serta merta hampir tidak ada. Selain itu, kekhawatiran mereka terhadap kondisi finansial pasca menikah juga semakin menurunkan minat orang Jepang terhadap pernikahan. Mereka memilih jadi jomblo secara sadar dan atas kemauan pribadi.

Dampaknya, angka kelahiran bayi juga menjadi semakin kecil. Generasi produktif Jepang, sebagian besar tidak bisa membayangkan jika harus berkeluarga, punya anak, dan cemas akan karir setelah menikah. Tentu saja, ujung-ujungnya berakibat pada kapasitas panti jompo yang harus ditingkatkan. Perawatan untuk penduduk lansia dipersiapkanuntuk menampung mereka yang tidak memiliki anak, karena tak ada yang bisa mengurus mereka di usia senja.

Hasil survei lain menyatakan bahwa, orang Jepang yang ingin menikah sering kali tersandung kondisi finansial. Hal ini terkait dengan biaya hidup yang tinggi di sana. Dengan koresponden berusia 18 sampai 34 tahun, 86% laki-laki dan 89% perempuan, menyampaikan bahwa mereka berharap akan menikah suatu saat nanti. Namun, 40 persen dari mereka juga berkata bahwa masalahnya ada pada persoalan finansial.

Kesimpulannya, ternyata benar. Sebagian orang Jepang merasa enggan untuk menikah dengan berbagai alasan yang mendasarinya. Kalau pihak laki-laki yang memiliki tugas utama untuk menafkahi keluarga, tentu memang berat pertimbangannya, ya. Namun, kenapa sih perempuan Jepang juga enggan menikah? Perkara ini, bisa kita tinjau dalam 5 alasan kenapa wanita Jepang tidak mau menikah.

Jadi, yakin kamu masih mau ngegebet orang Jepang?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *