Dari Cincin Tunangan Ke Cincin Kawin

cincin kawin tunangan

Budaya dan jugapilihan model hidup setiap orang sangat berbeda – beda. Ada seorang permpuan yang cincin tunangannya yang akan digunakan sebagai cincin kawin nanti, atau ada juga yang punya uang lebih sehingga cincin tunangan harus beda dengan cincin saat menikah nanti. Dari Cincin Tunangan Ke Cincin Kawin sebenarnya tidak dapat dihitung dengan pasti,sebab akan sangat tergantung pada komitmen masing – masing pasangan dan keluarga. Orang yang menggunakan pergantian cincin akan membuat atau memesan dua cincin, yakni cincin tunangan dan cincin kawin. Ini juga akan sangat tergantung pada masing – masing pihak yang akan melakukannya, sebab aspeknya cukup luas yaitu masalah finansial dan segi kepraktisan dan kepuasan hati.

Dari Cincin Tunangan Ke Cincin Kawin juga cukup lama waktunya, atau malah sebentar saja. Namun untuk waktu yang tak bisa ditentukan itu orang berpunya akan buat cincin yang cukup mewah sebagi simbol yang mantap. Berbeda dengan cincin kawin yang secara umum memiliki desain bentuk yang polos tanpa hiasan berlian atau ornamen lainnya. Maka cincin tunangan bentuknya bisa kecil atau sedang dengan hiasan atau ornamen – ornamen lain yang unik atau khas, atau sesuai permintaan pemesannya sendiri. Dengan demikian sebenarnya persoalan model, bentuk, disain dan bahan serta yang lainnya, perajin mengembalikannya kepada para pemesan yang akan menikmati hasil karyanya.

Dari Cincin Tunangan Ke Cincin Kawin merupakan perjalanan hidup seseotang yang tadinya bukan sispa – siapa, berkenalan kemudian pacaran,tunangan akhirnya menikah. Pada tahap – tagap pergaulan itu pasangan bisa saling mengenal diri dengan sangat mendalam pada pasangan masing – masing. Cincin  itu terbuat dari emas atau perak, namun kini banyak pula pasangan yang ingin memasang batu berlian pada cincin kawinnya. Bentuk berlian biasanya lebih kecil, tidak menonjol, dan hanya bersifat sebagai pemanis saja. Sedangkan cincin kawin biasanya bentuknya lebih besar, karena dia adalah cincin yang diberikan oleh pria kepada wanita dan sebaliknya. Cincin yang dilingkarkan dijari pada saat melangsungkan upacara pernikahan didepan  penghulu atau pendeta atau pemuka agama lainnya. Fungsinya pragmatisnya gak ada selain hanya sebagai simbol pengikat janji sehidup-semati diantara keduanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *